KENALI STUNTING SECARA DINI Featured

Ditulis Oleh | Jumat, 27 Juli 2018 06:30 | Dibaca : 49 Kali
Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Pemantauan Tumbuh Kembang Anak pixabay

Stunting termasuk dalam gangguan pertumbuhan pada anak. Kondisi stunting biasanya ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya. Untuk itu, mengenali kondisi anak semenjak usia dini dinilai sangat penting. “Dua tahun pertama di masa optimal pertumbuhan anak kita harus sering medekteksi pertumbuhan anak ini bagus atau tidak. Karena kalau di dua tahun pertama ini sudah tidak bagus pertumbuhannya, baik berat badan atau tinggi badannya, ada kemungkinan itu bisa terus sampai masa kanak-kanaknya,” ujar dr Eva Devita Harmoniati SpA(K). Eva menjelaskan, stunting bisa disebabkan oleh faktor nutrisi dan penyakit kronis pada anak.


Nutrisi dan penyakit kronis dalam hal stunting sangat berkaitan. Ini karena kondisi stunting yang disebabkan penyakit kronis membuat nutrisi yang masuk ke tubuh anak digunakan untuk menjadi lawan penyakit tersebut. Baca juga: Benarkah Mitos Nanas dan Mentimun Bikin Perempuan Indonesia Stunting “Bisa TBC, cacingan, infeksi saluran kemih, (pokoknya) sifat infeksinya lama, kalau penyakitnya berlangsung lama, otomatis asupan nutrisi yang tadinya untuk tumbuh, digunakan untuk melawan penyakit tersebut. Sehingga nutrisinya tidak optimal,” jelas Eva. Namun demikian, faktor penyakit kronis tidak selalu menjadi penyebab stunting.

Gizi yang buruk juga mempunyai peran munculnya kondisi tersebut. Dampak dari stunting adalah dapat menyebabkan tubuh anak lebih pendek dari anak lain seusianya. Selain itu, menurut Eva, anak stunting tidak hanya pendek, prestasinya juga bisa jadi tidak sebaik anak yang pertumbuhannya normal. Hal ini karena gizi yang diberikan kepada anak tidak hanya digunakan untuk pertumbuhan berat dan tinggi badan, melainkan sebagai penunjang pertumbuhan otak juga. Kondisi stunting seharusnya tidak memupuskan asa orangtua untuk melihat anaknya tumbuh optimal dengan prestasi yang gemilang. Baca juga: Awas Stunting, Orangtua Wajib Amati Kenaikan Berat Badan Anak “Kalau penyakitnya ditangani dengan baik, nutrisnya diperbaiki, anak itu bisa kembali naik tinggi badannya. Ke arah yang normal,” jelas Eva saat ditemui di RSAB Harapan Kita, Senin (23/07/2018).

Hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari stunting adalah kondisi tubuh dan kesehatan anak pada rentang usia nol sampai dua tahun. Sebab, pada usia tersebut; sel-sel otak, saraf, dan fungsi kognitif berkembang sangat pesat. Bila terlambat, Eva khawatir penanganannya akan lebih sulit. “Akan lebih susah penanganannya, tapi kalau di dua tahun pertama anak ini mengalami stunting, kita bisa perbaiki dengan lebih mudah,” jelasnya. Ia menambahkan, komposisi makanan yang meandung karbohidrat dan protein harus cukup, karena itu adalah zat pembangun yang diperlukan untuk menambah komposisi tubuh anak. PenulisBhakti Satrio Wicaksono EditorShierine Wangsa Wibawa Sumber: Kompas.com

Allan Tumbio

Sanitarian Puskesmas Alak

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.